Penyakit Kelinci?

 



1. Bengkak Abses  

Pembengkakan pada bagian tubuh kelinci umumnya diakibatkan abses atau nanah. Penyakit ini biasa muncul di sekitar kepala dan membuatnya benjol. 

Jika kamu menemukan benjolan tak biasa pada tubuh atau kepala kelinci, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. 




2. Keracunan 

Kelinci bisa mengalami keracunan akibat salah mengonsumsi makanan, terutama makanan yang tidak biasa dikonsumsi. 

Kelinci akan mengalami diare, nyeri perut, kolik, otot kejang, nafsu makan berkurang, kelumpuhan, bahkan kematian. 

Sangat penting memperhatikan jenis makanan apa saja yang dikonsumsi kelinci untuk mencegah keracunan. 




3. Kepala Miring  

Kemiringan kepala pada kelinci bisa disebabkan infeksi bakteri pada telinga tengah atau bagian dalam. Selain itu, infeksi otak juga bisa membuat kepala kelinci menjadi miring. 

Penyebab umum terjadinya kepala miring adalah parasit encephalitozoon cuniculi. Pada kelinci, parasit tersebut biasanya menyerang otak dan ginjal. Jenis parasit ini cukup berbahaya karena bisa menular ke manusia. 

Saat kelinci terpapar parasit, mereka akan kesulitan berdiri dan kepalanya akan miring atau berputar ke satu arah. Segera bawa ke dokter hewan saat kelinci mengalami kondisi ini. 

Drh. Jepriadi Kertawinata menjelaskan bahwa penyebaran parasit encephalitozoon cuniculi sangat mungkin menyebar ke manusia, terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit imunosupresi seperti HIV atau penyakit autoimun. 




4. Kehilangan Nafsu Makan 

Kehilangan nafsu makan bisa terjadi secara bertahap ataupun tiba-tiba. Kondisi ini terjadi karena kelinci mengalami sakit perut, pembengkakan pada saluran cerna atau peningkatan air liur yang berlebihan. 

Kehilangan nafsu makan sebenarnya bukanlah indikator spesifik penyakit pada kelinci, tetapi bisa menjadi tanda penyakit serius. 

Misalnya, masalah pencernaan yang menyebabkan kurangnya pergerakan (motilitas) usus atau bisa juga disebabkan oleh parasit seperti Eimeria sp.

Saat kelinci enggan makan lebih dari enam jam, segera bawa ke dokter hewan untuk memeriksakan kondisi pencernaannya. 




5. Myxomatosis 

Myxomatosis adalah penyakit virus yang disebarkan melalu gigitan serangga seperti kutu dan nyamuk. Penyakit kelinci ini menyebabkan pembengkakan bertahap pada area mata, telinga, anus, dan alat kelamin. 

Untuk menghindari virus ini, kamu bisa membawa kelinci ke dokter hewan untuk mendapatkan vaksinasi. 




6. Penyakit Hemoragik Virus Kelinci 

Penyakit hemoragik pada kelinci biasanya dapat disebabkan oleh Lagovirus. Penyebarannya antar kelinci melalui kontak langsung dan tidak langsung, misalnya akibat makanan, alas tidur, atau air minum yang terkontaminasi hewan yang sakit. 

Kelinci yang mengalami penyakit hemoragik akan mengalami beberapa gejala, seperti demam, kelumpuhan, mimisan, dan diare yang berdarah. Untuk menghindari penyakit hemoragik, vaksinasi kelinci adalah cara terbaik.




7. Kelumpuhan 

Kelumpuhan pada kelinci bisa terjadi akibat patah tulang atau kerusakan saraf. Kelinci yang mengalami lumpuh pada kedua kaki belakang, lebih mungkin dikaitkan dengan cedera tulang belakang. Hal ini bisa diakibatkan patah tulang atau kerusakan saraf. 

Cedera semacam ini bisa terjadi pada setiap kelinci. Saat kelinci mengalami cedera, segera bawa pergi ke dokter hewan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kelumpuhan. 




8. Infeksi Pernafasan 

Penyakit pada kelinci berikutnya adalah infeksi pernapasan. Gejalanya antara lain kelinci mengeluarkan cairan dari mata dan hidung, serta napas tidak teratur. Kelinci akan tampak bernapas cepat dengan mulut selalu terbuka. 




9. Tungau di Telinga 

Psoroptes cuniculi adalah jenis parasit yang menyebabkan tungau di telinga. Gejala utamanya adalah kulit telinga dalam bersisik dan berkerak. 

Akibat infeksi parasit ini bulu di area telinga kelinci juga dapat mengalami kerontokan bahkan kebotakan. 

Saat kelinci mengalami kondisi ini, periksakan ke dokter hewan. Hal ini karena tungau di telinga bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh dan kemampuan pendengaran kelinci. 




10. Penyakit Hama Lalat 

Penyakit hama lalat disebabkan oleh lucilia sericata atau lalat botol. Gerombolan lalat akan datang dan menempel pada bulu kelinci saat musim panas. 

Lalat yang menempel pada tubuh dan kulit akan bertelur, kemudian melahirkan belatung yang bisa memakan daging kelinci lewat kulit. 

Umumnya, bagian tubuh yang sering ditempeli hama ini adalah bawah perut, ekor, dan anus. 



sumber: https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/penyakit-pada-kelinci?srsltid=AfmBOooNY6P96TlkByPwEnuvCAZbcWAFD-TA4wZ7TD6IqFndzTXldo-q

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satwa Unik Indonesia, Burung Penari Hingga Primata Punk

5 Fakta Menarik dari Kelinci, Hewan Lucu yang Tak Seimut Wajahnya!